KPU TABANAN DALAM FGD ( FOCUS GROUP DISSCUSION) MASKOT PILKADA 2020

  • 27 November 2019
  • 17:00 WITA
berita_192711051130_KPUTABANANDALAMFGD(FOCUSGROUPDISSCUSION)MASKOTPILKADA2020.jpg

FGD mengenai Maskot Pilkada 2020 telah digelar pagi tadi ,Rabu (27/11)2019 di ruang rapat kantor KPU Tabanan selain Ketua dan Komisioner KPU Tabanan ,hadir pula para undangan yaitu Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan,Ketua Bawaslu Tabanan,Majelis Madya ( Drs . I Wayan Tontra) , Tokoh Seniman Tabanan ( Gusti Putu Samar Gantang ),Seniman Teater ( Arum Gunawan ) dan Tokoh Puri ( I Gusti Made Putra ) . FGD dibuka langsung oleh Ketua KPU Tabanan ( I Gede Putu Weda Subawa ) sembari memberi kata penghantar menuju ke inti pembahasan. Weda menjelaskan tentang Maskot maskot Pilkada yang sudah pernah dibuat oleh KPU Tabanan. Diantaranya KPU Tabanan pernah punya

1.Maskot berupa GLEBEG menggambarkan Tabanan sebagai Lumbung Beras

2.Maskot berupa KAYONAN ( mengandung unsur Asta Brata )

Weda juga melanjutkan inti dari maksud KPU Tabanan mengundang nara sumber hari ini adalah agar bisa menemukan titik temu untuk mewujudkan Maskot Pilkada yang bisa mencerminkan “Pemimpin yang mengayomi masyarakat  tanpa mengabaikan etos Budaya Hindu Bali, karena kita berbicara tentang Pilkada Bali khususnya Tabanan”.

“Untuk tahun 2015 KPU Tabanan tidak membuat Maskot karena sedikit terpengaruh dengan Pilkada 2010 dimana banyaknya Persepsi negatip saat itu terhadap Maskot tersebut.Dihubung hubungkan dengan Bupati Terpilih ,dan hal lainnya lagi yang membuat KPU Tabanan memilih untuk tidak membuat Maskot lagi saat itu”, tambah Sunadi . Ketut Sugina ( Komisioner KPU Tabanan ) menambahkan “Kami ingin menciptakan kesan bahwa Pilkada itu milik kita bersama, ingin menjadi hajatan pesta demokrasi yang sebenarnya dengan keterbukaan ,Pilkada Damai tanpa intimidasi dan keributan .Pilkada memilih Pemimpi bersama untuk masyarakat Tabanan. Jadi dalam pembahasan Maskot pagi ini kami berharap mendapat masukan dari Bapak bapak undangan yang hadir saat ini. Intinya : Maskot bisa menggambarkan Seorang Pemimpin bersama ,milik semua masyarakat Tabanan”, usul Sugina

Kadis Kebudayaan Tabanan  Memberikan pendapatnya sebagai berikut : Maskot ini akan menjadi produk KPU Tabanan jadi dalam pembuatan maskot ini harus memakai peraturan dan perundang – undangan yang berlaku .Pengertian Maskot,Supanji menyampaikan Maskot adalah Bentuk Orang atau binatang untuk meraih keuntungan dan menyemarakan suatu suasana serta dapat Merefresentasikan kpd masyarakat luas tentang si pembuat Maskot dalam hal ini adalah bisa menjelaskan KPU dari hanya melihat Maskot itu saja.Maskot juga  harus diberikan nama panggilan sesuai bentuk si Maskot.

Majelis Madya juga memberikan masukan ,kami terketuk pada figure TUALEN, TUALEN PERANNYA SEBAGAI PENASIHAT,dengan  mengangkat sifat sifat sebagai berikut :

-Pemimpin melenyapkan kesengsaraan Dunia

-Pemimpin berkewajiban meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan

-Hanya dengan kebenaran kita menapi kejayaan ( Satyam Eva Jayate)

-Hanya dengan kebenaran kita mencapai Dharma.

Generasi Milinial (seniman teater) mengusulkan Maskot Jangan terlalu ribet kurang menarik . Pertama Jika ingin mengambil dari tokoh pewayangan tentunya kita ambil tokoh yang jangan samalah dengan kabupaten lain. Misalnya tokoh Dharmawangsa. Kedua bentuk Kartun  : misal Kartun Kotak Suara karena pemilihnya juga saat ini banyak dari kaum milinial sehingga lebih menarik,tapi tak terlepas juga dari budaya Bali ,Kotak Suara yang dibalut dengan kamen udeng ,jika di Singkat atau diberikan panggilan dia akan bernama TAKSU ( KOTAK SUARA).Kotak mesaput poleng ,saput poleng itu konsep Rua Bhineda bisa membedakan benar dan salah. Intinya jangan ribet ,tafsirannya tidak kemana mana , mudah dikenal dan di cerna.Ketiga ; Catur Maya Sandi  misal Tapak Dara ,Kayonan dengan focus ke 4 ajaran tersebut.

Tokoh Puri juga menambahkan “Pilkada intinya dalah Kontes ,harus bisa dideskripsikan dengan maskot . Kontestan harus menarik dan memikat hati para Pemilih. Tokoh pewayangan yang menarik adalah Arjuna .Kontestan yang dikatakan Menarik karena trek record yang bagus dan isi pikiran yang bagus.

Gusti Putu Samar Gantang “Maskot yang Lucu misal Ketut Maria yang sedang meanari dalam bentuk siluet indah dan lucu,Jika memilih kotak yang lucu bagus juga yang berbentuk BOMO dan sebaiknya mengandung unsur warna tridatu “, kata Samar Gantang.

Ketua Bawaslu Tabanan turut memberikan masukan , “sudah banyak pilihan dan masukan masukan dari peserta FGD,saya tambahkan sedikit saja : Tujuan pembuatan Maskot ,maskot harusnya bisa mencerminkan kombinasi dari penyelenggara.Mengandung tiga komponen yaitu :  penyelenggara Pemilu , Peserta Pemilu , ciri khas Tabanan bisa pula menjadi bagian dari sosialisasi sehingga masyarakat tau akan ada Pilkada di 23 September 2020”, tambah Rumada.

DIsimpulkan FGD pagi tadi adalah menerima masukan dan usul dari para Nara Sumber yang memang sudah ahli dalam hal tersebut,kemudian KPU Tabanan akan menampung dan merumuskan semua masukan tersebut hingga nanti akan diputuskan oleh KPU Tabanan yang mana yang akan dipilih ,sebelum Lounching KPU Tabanan akan mengundang kembali peserta FGD pagi ini.

Komentar