“Soft Launching Program Desa Peduli Pemilu & Pemilihan”

  • 20 Agustus 2021
  • 18:45 WITA
berita_212008070842_“SoftLaunchingProgramDesaPeduliPemiluPemilihan”.jpeg

KPU Tabanan, Dangin Carik – Sesuai Surat Undangan Ketua KPU RI, Nomor 399/PP.06-Und/06/KPU/VIII/2021, tanggal 16 Agustus 2021 yang ditujukan kepada KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, maka Ketua KPU Kabupaten Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa dan Anggota KPU Tabanan serta Sub Bagian Teknis dan Hupmas Sekretariat KPU Tabanan dari tempatnya masing-masing mulai Pukul 14.30 Wita mengikuti Webinar Soft Launching program Desa peduli Pemilu dan Pemilihan tahun 2021 dengan Tema “Dari Desa untuk Indonesia” yang digelar KPU RI secara Daring pada Jumat, (20/08/2021).

Dipandu seorang Moderator dan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta pembacaan Doa. Dalam Webinar ini hadir pula Ketua KPU RI, Ilham Saputra untuk memberikan sambutan. “Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu sekalian  yang ada di KPU Provinsi dan KPU Kabupen/Kota di seluruh Indonesia karena Kita telah sukses melaksanakan Pemilihan Serentak tahun 2020 beberapa waktu lalu,”  ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut ditayangkan juga video dari 6 KPU Provinsi antara lain dari KPU Provinsi Bali, Maluku, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Kepuluan Riau dan KPU Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai Narasumber yakni Anggota KPU RI Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Parmas, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. Selain itu Narasumber juga berasal dari Kementerian Dalam Negeri Kemendes PDTT dan dari Akademisi. Setelah semua Narasumber selesai memaparkan materinya dilanjutkan dengan tanya jawab.

Berikut disampaikan pula Siaran Pers dirilis dari Humas KPU RI : Partisipasi pemilih pada setiap pelaksanaan pemilu maupun pemilihan selalu menjadi topik yang menarik untuk disimak. Meski bukanlah satu-satunya tolok ukur, partisipasi erat dikaitkan dengan keberhasilan menyelenggarakan proses demokrasi dan legitimasi terhadap hasilnya. 

Tingkat partisipasi pemilih pada sejumlah penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan trennya fluktuatif, seperti pada Pemilu 1999 angka partisipasi pemilih cukup tinggi mencapai 92,6 persen, namun turun pada Pemilu 2004 (pileg 84,1 persen, pilpres putaran pertama 78,2 persen, putaran kedua 76,6 persen). Kembali naik pada Pemilu 2009 (pileg 70,9 persen, pilpres 71,7 persen), namun turun untuk pilpres pada Pemilu 2014 (legislatif 75,11 persen, pilpres 70,91 persen). Dan terakhir pada Pemilu Serentak 2019 angka partisipasi kembali meningkat mencapai 81,93 persen. 

Hal yang sama juga terjadi untuk Pemilihan Kepala Daerah, dimana pada Pemilihan 2015 partisipasi mencapai 69,06 persen, naik pada Pemilihan 2017 mencapai 74,2 persen, namun turun pada Pemilihan 2018 mencapai 73,24 persen dan kembali naik pada Pemilihan 2020 mencapai 76,09 persen. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memandang tren naik dan turunnya partisipasi pemilih tersebut sebagai sebuah tantangan yang harus diperhatikan. Oleh karena itu dalam penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan, program-program inovatif selalu digulirkan untuk memastikan kepedulian masyarakat pemilih tetap terjaga pada setiap proses-proses demokrasi disekitarnya.

Menghadapi Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, KPU RI memformulasikan program baru untuk meningkatkan partisipasi pemilih yaitu program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Melalui program ini diharapkan kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam proses pemilu maupun pemilihan tumbuh dan berkembang mulai dari desa/kelurahan/kampung atau sebutan lainnya.

Melalui program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan diharapkan tumbuh kader-kader perubahan yang dapat memperluas makna partisipasi, tidak hanya kuantitas (angka) tapi juga kualitas (pemahaman hingga tindakan). Sebab dengan semakin baiknya pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya proses demokrasi pemilu dan pemilihan diharapkan lahir pemilih cerdas, kritis yang tidak mudah terjebak oleh praktek politik uang, hoaks, kampanye SARA atau juga konflik dan kekerasan.

Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan akan dilaksanakan pada 34 provinsi. Masing-masing provinsi tersebut akan menetapkan dua lokus desa/kelurahan sebagai proyek percontohan (pilot project). Desa/kelurahan yang dipilih untuk melaksanakan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan berasal dari tiga kategori, pertama daerah dengan potensi pelanggaran pemilu tinggi, kedua daerah rawan konflik atau ketiga daerah dengan partisipasi masyarakat rendah.

Masyarakat yang dapat terlibat (menjadi peserta) dalam program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini adalah mereka yang bukan anggota partai politik, berusia minimal 17 tahun dan paling tinggi 50 tahun, berdomisili di lokus tempat pelaksanaan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, bisa baca tulis, berasal dari beragam basis (perempuan, disabilitas, pemilih pemula, pemilih muda, tokoh masyarakat/ adat/ agama) serta diutamakan yang berlatar belakang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

Ayo kita dukung program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini, agar berjalan sukses dan melahirkan pemilih-pemilih cerdas untuk demokrasi yang bermartabat. Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, “Dari Desa untuk Indonesia.”

Kegiatan yang dilaksanakan dalam situasi pandemi Covid-19 atau Virus Corona, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti physical distancing atau menjaga jarak fisik, menggunakan masker, menggunakan hand zanitizer atau cairan pembersih tangan serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

 

 

Komentar